Tidakkah kau merasa ada yang hilang dalam dirimu? Baru saja tiga hari berlalu sejak kau meninggalkanku tanpa penjelasan di persimpangan jalan malam itu. Setiap pagi aku terbangun, mengingat setiap percakapan menyenangkan diantara kita. Sejujurnya, ingin kutumpahkan saja semua air mata yang tersisa. Terbayang saat kita memandangi air terjun dari atas bebatuan lembab di Bali bagian utara, saat kita berjalan di pesisir pantai di bawah terik matahari di pinggiran Uluwatu. Mengagumi bagaimana ombak menyapu pasir hingga membentuk pola yang sama dari utara hingga ke selatan. Ataupun saat kita menyaksikan pernyataan cinta seorang kekasih di bawah lembutnya air terjun yang menghujan di Ubud. Aku merindukan percakapan hangat saat kita menyaksikan bintang pertama yang muncul setelah matahari seutuhnya terbenam di sisi selatan Pulau Bali. Aku merindukanmu dan kisah hidupmu, yang pernah kau ceritakan kala segarnya udara pagi menyelimuti ruang diantara kita di Bukit Campuhan. Disaksikan udara ...
PUJASTUTI RAHAYU
Aku bukan penulis, tapi aku suka menulis. Ini adalah ungkapan dari apa yang hatiku katakan dan apa yang hatiku harapkan. Dan aku tak mau menyimpan semuanya sendiri. Selamat membaca...